Categories: Parenting

3 Simple Steps to Help Your Child Stop Interrupting

Apa yang kita lakukan saat sedang serius ngobrol tiba-tiba anak memotong pembicaraan? Mungkin kesal atau juga marah.

Apa yang parents alami dengan kondisi anak yang sering memotong pembicaraan juga sering dialami oleh para orang tua lainya. Seperti yang dialami oleh seorang penulis, David Baldwin. Bahkan saat David mencoba bekerja dengan fokus untuk menulis, anak kesayanganya sering menganggu. Hebatnya, sebagai parents justru David menjadikan ini sebagai masalah kecil dan bersikap sabar dan dewasa.

Pendiri dan direktur eksekutif dari Parent Coaching Institute, bernama De Gaetano, juga punya pendapat yang senada dengan David. Menurutnya, membayangkan anak usia 3 tahun yang tidak pernah memotong obrolan asik orang tuanya, menjadi hal yang langka. “Mereka akan terus memotong obrolan atau menyela pekerjaan, karena hal yang simpel. Otak anak-anak usia itu memang selalu memunculkan rasa ingin tahu yang berlebihan.

Walau seperti itu, ternyata kita bisa membatasi kebiasaan tersebut. Seperti yang diajarkan De Gaetano buat para parents sebelumnya selama lebih dari 25 tahun. Berikut ini cara sederhana bikin stop kebiasaan anak memotong pembicaraan.

Tetapkan Ekspektasi yang Wajar

Kalau anak sering menyela obrolan atau perkataan yang bikin kesal, anggap saja hal ini wajar, karena sederhananya anak-anak memang tidak punya pengaturan sendiri dalam otaknya, jadi mereka tidak bisa mengendalikan impulses. Memotong obrolan itu seperti reaksi spontan, karena dalam otak mereka itu penuh dengan pesan yang harus disampaikan.

Harap maklum itu merupakan ekspektasi yang wajar. Awalnya akan sangat berat untuk terbiasa menganggap bahwa hal itu bukan lagi masalah. Biarpun anak-anak sudah dilatih untuk tidak membiasakan memotong atau menyela, hampir tidak mungkin mengharapkan mereka stop for interruption, karena sudah jadi bagian dari reflek otak mereka.

Patience is bitter, but its fruit is sweet.

Jean-Jacques Rousseau

Bicara dan Menjadi Pendengar

Anak-anak biasanya masih polos dan tidak tahu cara mengobrol yang benar sama orang tuanya, kalau kita tidak ngajak ngobrol mereka duluan. Menurut penelitian, banyak orang tua yang menghabiskan waktu sekitar 10 menit setiap minggu buat ngobrol sama anak-anaknya dan itu bagus. So, coba pake cara give and take dengan ngobrol apa saja dengan anak-anak, misalnya ngobrolin soal game terus kita bilang “Mom or Dad akan bicara 2 menit duluan, setelah itu baru kamu nak, bicara 2 menit selanjutnya”. Coba ngobrol dengan tekanan seperti ini pas lagi di meja makan, dalam mobil atau di ruang keluarga. Orang tua harus pegang kemudi,  praktekan ini sesering mungkin, karena practice make perfect.

Berikan Pertanda

Tidak peduli seberapa banyak waktu yang terlewatkan, kita tetap mencoba melatih anak-anak sampai mereka ngerti gimana dan kenapa mereka tidak boleh menyela orang lain. Nah, kalau anak-anak mengulang kebiasaanya, orang tua bisa kasih sedikit tanda agar mereka lebih ngerti. Contohnya  seperti sedikit meremas tangannya atau memberikan tanda lainya yang bikin mereka akhirnya beralih ke hal lain, seperti mainan kesayanganya dan menghentikan kebiasaan menyela itu.

So, para orang tua bisa gunakan cara mana saja, selama itu bisa ngasih tahu anak-anak, bahwa mereka tidak seharusnya menginterupsi yang akan membuat kita kesal, marah bahkan sampai merasa tidak tenang. Tapi, ingat anak-anak belum tentu bisa langsung ngerti soal hal ini, akan butuh waktu. Tetap kita hargai setiap perkembangan yang ditunjukan anak-anak, untuk tidak menyela kita.

Parently @http://twitter.com/parentlyid

Empowering moms & dads to raise great, happy and healthy kids.

Comments are closed.

Recent Posts

Kehadiran Orang Tua, Hadiah Terbaik Musim Liburan

Salah satu manfaat musim liburan adalah kita mendapatkan kesempatan untuk terhubung kembali dengan keluarga.

50 years ago

Manfaat Vitamin D Untuk Mencegah Flu

Para peneliti mengamati 11.000 orang di 14 negara berbeda, dan menemukan bahwa meningkatkan vitamin D bisa mengurangi risiko terkena pilek…

50 years ago

Seto Ery Pradhana: Pengalaman Nyata Menjadi The Real Father

Quality itu over quantity. Tapi dalam hal parenting, makin banyak kuantitasnya makin bagus kualitasnya.

50 years ago

Sindrom Angelman, Sindrom Genetik Langka Yang Membuat Anak Terlihat Bahagia

Sikap ini bisa sangat berbeda dengan banyak anak lain dengan NDD, yang mungkin tampak menarik diri atau menyendiri.

50 years ago

Anak Mendengkur, Indikasi Gangguan Tidur

Banyak orang tua tidak menyadari bagaimana dengkuran bisa dikaitkan dengan masalah neurokognitif, kardiovaskular, pertumbuhan, dan perilaku nantinya.

50 years ago

Tips Memilih Kelas Bela Diri Untuk Anak

Stacey McDowall, seorang ibu dari anak yang hiperaktif mengatakan bahwa setelah mendaftarkan anaknya (Weston) kursus bela diri, si kecil menjadi…

50 years ago