Categories: Parenting

6 Cara Mencegah Kebiasaan Anak Terlalu Lama Berada di Depan Monitor

Di jaman yang serba canggih tak bisa dipungkiri jika anak-anak akan lebih cepat menguasai penggunaan teknologi. Namun, dampak negatif juga bisa terjadi jika si kecil terlalu lama beraktivitas di depan monitor, baik itu gadget, televisi, ataupun PC. Oleh karena itu, kebiasaan anak yang seperti itu harus dicegah sedini mungkin. Berikut beberapa strategi yang bisa kita lakukan agar anak tidak terlalu terpaku dengan gadget masa kininya.

Ajak anak melakukan aktivitas lain

Jadi, sebagai salah satu strategi preventif yang bisa kita lakukan adalah mengajak anak-anak untuk melakukan kegiatan lain. Usahakan cari kegiatan yang bisa membuat mereka benar-benar fokus ke dalam aktivitas yang menarik dan memuaskan. Selain nantinya mereka akan menikmati aktivitas itu, juga menggantikan waktu si kecil di depan layar. Saat kita mengajak anak-anak untuk beraktivitas, strateginya adalah minta masukan dari mereka, jangan kita yang mendikte. Libatkan mereka, ajak anak kita bicara, kira-kira apa aktivitas atau hal menarik lain yang mereka sukai (selain yang berhubungan dengan gadget), dan dengarkan masukan mereka. Diskusikan dengan cara yang persuasif. Jika kita bisa mengajak anak ke dalam kegiatan yang mereka pilih sendiri, mereka akan lebih senang saat menjalankannya nanti.

Tunggu sampai sesuai dengan perkembangannya

Strategi pencegahan lain yang baik adalah membatasi akses anak-anak kita terhadap teknologi sampai sesuai dengan perkembangannya. Jadi, ketika anak berusia 8 tahun meminta smartphone atau akun social media, jawabannya tidak, karena tidak sesuai untuk tingkat perkembangan mereka.

Meskipun kita mungkin tidak ingin mereka terlalu cepat menggunakan smartphone, tapi memberikan anak akses teknologi di saat teman-temannya yang lain sudah punya akses, bisa menimbulkan masalah pada anak. Perhatikan terus perkembangan anak. Jika tampaknya anak sudah cukup dewasa untuk memegang teknologi tertentu, tidak masalah untuk diberikan akses. Ingat untuk terus mengawasi penggunaan gadgetnya.

Jauhkan dari game yang bersifat “addictive

Membatasi akses teknologi sejak dini, salah satunya adalah untuk menjauhkan anak-anak dari game yang dapat menimbulkan kecanduan. Beberapa permainan begitu imersif dan memakan waktu, dan bahkan disebut sebagai gameaddictive”. Jadi, pertimbangkanlah teknologi dan game apa yang sesuai untuk si kecil. Jangan sampai ia sulit untuk melepaskan gadgetnya.

Terkadang cara terbaik adalah “Tidak Bermain Game”

Saat kita melarang anak-anak untuk menggunakan gadget dan semacamnya, kemungkinan akan ada pertengkaran-pertengkaran kecil dengan mereka. Untuk menghindari itu, batasi akses teknologi pada waktu-waktu tertentu. Saat memulainya, berikan pengertian kepada si kecil. Alihkan juga perhatiannya dengan mengajaknya melakukan aktivitas lain.

Matikan notifikasi

Ini adalah poin yang sangat penting. Matikan semua push notification untuk aplikasi-aplikasi yang bisa mengganggu perhatian anak. Bahkan untuk orang dewasa, bunyi dering ponsel saja bisa mengalihkan perhatian kita. Walaupun panggilan telepon tidak langsung kita angkat, tapi perhatian masih mengarah ke ponsel. Kita terprogram untuk menanggapi setiap suara atau getaran. Kita tidak bisa menahannya, jadi cukup atur push notification agar tidak bergetar atau berdering.

Tidak ada gadget di waktu dan tempat tertentu

Misalnya, saat makan, akses ke gadget tidak diizinkan. Adanya kehadiran teknologi saat jam makan membuat hubungan keluarga menjadi terasa agak renggang. Jadi, saat jam makan, hindari jangkauan gadget dari anak-anak. Gunakan waktu itu untuk terhubung satu sama lain. Biasakan juga anak untuk tidak bermain gadget sebelum berangkat sekolah. Bagi yang buah hatinya sudah mulai bersekolah, waktu sebelum berangkat bisa dimaksimalkan untuk bersiap-siap, fokuskan pikiran mereka agar tertuju pada sekolah. Jika paginya anak sudah sibuk dengan gadget, akan susah nantinya untuk mengalihkan perhatian mereka agar tetap fokus mendengarkan guru dan mengerjakan tugas di sekolah.

Tempat lain yang tidak diperbolehkan menggunakan ponsel adalah mobil. Tidak hanya berlaku untuk kita, sebagai orang tua, namun juga untuk anak. Saat kita menelpon atau mengirimkan pesan saat mengemudi, maka fokus mengemudi akan terganggu. Anak-anak perlu diajarkan bahwa hal itu tidak baik untuk dilakukan dan dapat menyebabkan kecelakaan.

Parently @http://twitter.com/parentlyid

Empowering moms & dads to raise great, happy and healthy kids.

Comments are closed.

Recent Posts

Kehadiran Orang Tua, Hadiah Terbaik Musim Liburan

Salah satu manfaat musim liburan adalah kita mendapatkan kesempatan untuk terhubung kembali dengan keluarga.

50 years ago

Manfaat Vitamin D Untuk Mencegah Flu

Para peneliti mengamati 11.000 orang di 14 negara berbeda, dan menemukan bahwa meningkatkan vitamin D bisa mengurangi risiko terkena pilek…

50 years ago

Seto Ery Pradhana: Pengalaman Nyata Menjadi The Real Father

Quality itu over quantity. Tapi dalam hal parenting, makin banyak kuantitasnya makin bagus kualitasnya.

50 years ago

Sindrom Angelman, Sindrom Genetik Langka Yang Membuat Anak Terlihat Bahagia

Sikap ini bisa sangat berbeda dengan banyak anak lain dengan NDD, yang mungkin tampak menarik diri atau menyendiri.

50 years ago

Anak Mendengkur, Indikasi Gangguan Tidur

Banyak orang tua tidak menyadari bagaimana dengkuran bisa dikaitkan dengan masalah neurokognitif, kardiovaskular, pertumbuhan, dan perilaku nantinya.

50 years ago

Tips Memilih Kelas Bela Diri Untuk Anak

Stacey McDowall, seorang ibu dari anak yang hiperaktif mengatakan bahwa setelah mendaftarkan anaknya (Weston) kursus bela diri, si kecil menjadi…

50 years ago