Categories: Play

Alasan Membiarkan Anak Bermain dengan Makanan

Ingin anak dapat memilih makanan sehat? Jadikan makanan sebagai petualangan! Para peneliti dari University of Eastern Finland menggunakan suatu metode dalam mengajari anak-anak berusia tiga hingga lima tahun tentang makanan dengan melibatkan semua panca indra mereka dalam mengenali makanan. Peneliti tersebut menemukan bahwa hal itu mengakibatkan anak-anak memilih lebih banyak buah dan sayuran.

Ahli gizi University of Eastern Finlandia, Kaisa Kähkönen, mengatakan orang tua bisa memasukkan banyak strategi ke dalam makanan dan cemilan di rumah.

Menawarkan Berbagai Pilihan Makanan Sehat Dengan Cara Prasmanan

Dengan menggunakan cara prasmanan, anak-anak harus dapat membuat pilihan sendiri dan membagi ukuran porsi mereka sendiri. Hal ini lebih baik daripada menggunakan kendali orang dewasa untuk memutuskan apa yang harus mereka makan. Kita dapat mendorong mereka untuk mencoba hal-hal baru, tetapi jangan pernah memaksanya, kata Kähkönen.

Biarkan Bahan-bahan Terpisah

Sebagai orang dewasa, mungkin kita lebih menyukai berbagai campuran rasa untuk membangkitkan selera, tetapi penting bagi anak-anak muda untuk memiliki kesempatan dalam mencicipi bahan makanan tersendiri secara terpisah, terutama ketika makanan baru diperkenalkan. Jadi, mereka akan tahu apa yang mereka cicipi dan dapat menikmati rasa itu. Kemudian, jika mereka ingin mencampur makanan bersama (memasukkan buah pisang ke dalam susu mereka, misalnya), dorong mereka untuk menyiapkan bahan-bahan tersebut dengan cara yang cocok untuk mereka.

Minta Si Kecil untuk Mendeskripsikan Masing-Masing Makanan

Daripada menanyakan kepada si kecil apakah ia suka dengan makanan yang ia makan, sebaliknya tanyakan: Seperti apa rasanya? Apa bentuknya? Apa warnanya? Saat mereka tidak dibuat untuk memikirkan apakah makanan itu enak atau tidak, maka mereka akan lebih cenderung menemukan sesuatu yang mereka hargai tentang makanan. Selain itu, saat berada di swalayan, kita juga bisa menanyakan kepada anak kita tentang produk-produk makanan yang baru ia lihat. Misal buah hati kita melihat jeruk, maka tanyakan seperti apa bentuknya? Seperti apakah baunya? Dan apa yang mereka pikirkan di dalam kulit tebal itu?

Jadikan Makanan Menyenangkan

Kähkönen mengatakan bahwa “Ada banyak stress di sekitar situasi makan kita”, terutama bagi para pemilih makanan yang merasa tertekan untuk meletakkan sesuatu di piring mereka. Oleh karena itu, makanan baru harus diperkenalkan dalam situasi yang netral atau bahkan menyenangkan. Cobalah melukis dengan strawberry atau membuat cetakan kentang yang diukir tangan untuk mengeksplorasi warna dan tekstur makanan.

Parently @http://twitter.com/parentlyid

Empowering moms & dads to raise great, happy and healthy kids.

Comments are closed.

Recent Posts

Kehadiran Orang Tua, Hadiah Terbaik Musim Liburan

Salah satu manfaat musim liburan adalah kita mendapatkan kesempatan untuk terhubung kembali dengan keluarga.

50 years ago

Manfaat Vitamin D Untuk Mencegah Flu

Para peneliti mengamati 11.000 orang di 14 negara berbeda, dan menemukan bahwa meningkatkan vitamin D bisa mengurangi risiko terkena pilek…

50 years ago

Seto Ery Pradhana: Pengalaman Nyata Menjadi The Real Father

Quality itu over quantity. Tapi dalam hal parenting, makin banyak kuantitasnya makin bagus kualitasnya.

50 years ago

Sindrom Angelman, Sindrom Genetik Langka Yang Membuat Anak Terlihat Bahagia

Sikap ini bisa sangat berbeda dengan banyak anak lain dengan NDD, yang mungkin tampak menarik diri atau menyendiri.

50 years ago

Anak Mendengkur, Indikasi Gangguan Tidur

Banyak orang tua tidak menyadari bagaimana dengkuran bisa dikaitkan dengan masalah neurokognitif, kardiovaskular, pertumbuhan, dan perilaku nantinya.

50 years ago

Tips Memilih Kelas Bela Diri Untuk Anak

Stacey McDowall, seorang ibu dari anak yang hiperaktif mengatakan bahwa setelah mendaftarkan anaknya (Weston) kursus bela diri, si kecil menjadi…

50 years ago