Categories: Parenting

Anak Perlu Mengarahkan Dirinya Untuk Melakukan Hal Benar

Anak-anak membutuhkan pelukan kita, tetapi pelukan saja tidak mengajari anak-anak untuk melakukan hal yang benar. Bagaimana anak-anak bisa mengembangkan diri untuk memahami mana yang salah dan benar? Inilah yang disebut inner compass. Layaknya kompas, mereka tahu mana arah yang terbaik untuk mereka, dengan memikirkannya sendiri dalam diri. Ini sangat berguna terutama saat si kecil mulai bertumbuh.

Modeling

Ketika kita bertanggung jawab, meminta maaf, mengatur emosi diri sendiri, ketika kita memperlakukan orang lain, termasuk si kecil, dengan rasa hormat, ketika memprioritaskan untuk melakukan hal yang benar bahkan ketika itu merugikan diri sendiri, maka anak-anak akan belajar untuk bertanggung jawab, meminta maaf, mengatur emosi mereka sendiri, memperlakukan orang lain dengan hormat, melakukan hal yang benar bahkan ketika mereka harus terbebani.

Tentu, mereka akan tergoda untuk keluar jalur, dan kadang-kadang mereka akan melakukannya. Tetapi, jika kita memberikan contoh model dengan integritas dan kasih sayang, inner compass mereka akan terbentuk dari apa yang kita lakukan.

Bimbinglah mereka

Anak-anak perlu tahu bahwa kadang-kadang hidup dihadapi dengan pilihan yang sulit, dan melakukan hal yang benar sangatlah berharga, bahkan ketika itu merugikan kita. Anak-anak selalu membuat pilihan sulit. Haruskah dia berbohong tentang usianya untuk mendapatkan harga tiket masuk yang lebih murah di taman hiburan? Haruskah dia membantu membayar untuk mengganti mainan adiknya yang ia rusakkan?

Daripada mempermalukan anak dengan pilihan yang buruk, lihatlah ini sebagai kesempatan untuk membantunya mengembangkan inner compass. Bicaralah tentang bagaimana setiap orang tergoda untuk melakukan apapun dengan mudah, termasuk kita, dan bahwa tidak ada yang sempurna, tetapi kita semua bisa melakukan yang lebih baik. Berempati dengan keinginannya untuk berbohong, atau berperilaku buruk lainnya dan kemudian bertanya kepadanya tentang bagaimana perasaannya setelah itu, tentu saja dengan tidak menghakiminya.

via GIPHY

Pengaruh kebiasaan keluarga

Ketika kita menghargai perasaan dan pendapat anak, dia belajar mempercayai nalurinya dan membela dirinya sendiri. Ketika kita menolak memberikan hukuman dan memprioritaskan “perbaikan,” dia akan belajar bagaimana membuat segalanya lebih baik, mungkin setelah bertengkar dengan saudara kandungnya. Ketika kita menerima emosi mereka dengan tetap tenang, mereka belajar bahwa emosi dan perilaku bisa dikelola secara bertanggung jawab.

Anak-anak benar-benar belajar dari apa yang mereka jalani. Inner compass mereka berkembang setiap hari, dengan contoh yang kita tetapkan dan budaya keluarga yang kita ciptakan. Intinya, berikanlah kebiasaan yang baik kepada si kecil. Jadilah role model yang baik, dan jangan lelah untuk terus membimbing mereka untuk dapat memahami mana yang benar dan terbaik untuk mereka.

Parently @http://twitter.com/parentlyid

Empowering moms & dads to raise great, happy and healthy kids.

Comments are closed.

Recent Posts

Kehadiran Orang Tua, Hadiah Terbaik Musim Liburan

Salah satu manfaat musim liburan adalah kita mendapatkan kesempatan untuk terhubung kembali dengan keluarga.

50 years ago

Manfaat Vitamin D Untuk Mencegah Flu

Para peneliti mengamati 11.000 orang di 14 negara berbeda, dan menemukan bahwa meningkatkan vitamin D bisa mengurangi risiko terkena pilek…

50 years ago

Seto Ery Pradhana: Pengalaman Nyata Menjadi The Real Father

Quality itu over quantity. Tapi dalam hal parenting, makin banyak kuantitasnya makin bagus kualitasnya.

50 years ago

Sindrom Angelman, Sindrom Genetik Langka Yang Membuat Anak Terlihat Bahagia

Sikap ini bisa sangat berbeda dengan banyak anak lain dengan NDD, yang mungkin tampak menarik diri atau menyendiri.

50 years ago

Anak Mendengkur, Indikasi Gangguan Tidur

Banyak orang tua tidak menyadari bagaimana dengkuran bisa dikaitkan dengan masalah neurokognitif, kardiovaskular, pertumbuhan, dan perilaku nantinya.

50 years ago

Tips Memilih Kelas Bela Diri Untuk Anak

Stacey McDowall, seorang ibu dari anak yang hiperaktif mengatakan bahwa setelah mendaftarkan anaknya (Weston) kursus bela diri, si kecil menjadi…

50 years ago