Categories: Parenting

Consistent Fatherhood, How Well do They Apply to You?

Pernahkah kita merasa sudah menjadi Ayah yang baik hanya dengan telah menghabiskan satu akhir pekan yang luar biasa bersama si kecil? Lalu, bagaimana dengan akhir pekan di minggu-minggu lainnya? Tidaklah cukup hanya dengan menghabiskan satu akhir pekan saja. Kita tidak bisa menjadi Ayah yang baik hanya dengan melakukannya beberapa kali. Butuh konsistensi dalam mengembangkan pola tersebut.

Penelitian oleh National Center for Fathering telah menemukan cara untuk mengukur seberapa jauh keterlibatan ayah dalam kehidupan anak-anak mereka. Jika kita ingin melihat bagaimana kita melakukannya di bidang ini, berikut adalah tujuh pernyataan yang perlu dipertimbangkan. Sudahkah kita terapkan dengan baik?

Pernyataan 1: Saya sering mendiskusikan berbagai hal dengan anak saya

Bahkan sebelum anak bisa mengerti ucapan Ayahnya, biasakan untuk berbicara dengannya. Jika masih bayi, coba tekankan pada nada bicara kita. Intinya adalah untuk membantu anak bertumbuh dan berpikir bahwa Ayahnya berbicara dengannya tentang berbagai hal.

Bersabarlah ketika anak-anak mengajukan pertanyaan. Saat mereka masih sangat kecil, mungkin mereka memang terlihat suka menanyakan banyak hal, bahkan yang menurut kita kurang penting. Tapi, pada usia itu, mereka benar-benar berpikir kalau kita tahu semua jawabannya. Terkadang anak-anak juga perlu mendengar kita berkata, “Itu pertanyaan yang bagus. Tapi papa gak tau jawabannya…” Setelah itu, kita bisa cari tahu bersama-sama.

Pernyataan 2: Saya sering melakukan banyak hal bersama anak saya

Dekati dunia si kecil, dan sambut juga mereka di dunia kita. Pikirkan aktivitas yang bisa kita lakukan bersama anak. Tidak perlu aktivitas yang besar, yang sederhana pun juga bisa dilakukan, seperti bermain tebak-tebakan di sela-sela menunggu ibu menyiapkan makan, atau bahkan ikut mengajak anak memasak bersama ibu.

Pernyataan 3: Saya menjadwalkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama anak saya

Seringkali family time terganggu karena ada orang lain yang sudah membuat janji dengan kita. Bagaimana kalau dibalik? Kita bisa “membuat janji” dengan anak dan istri kita. Tentukan hari apa yang akan dihabiskan sebagai family time bersama mereka. Jadi, kalau seseorang ingin mengklaim waktu untuk janjian dengan kita, katakan saja, “Saya sudah punya janji yang tidak bisa ditunda.”. Tujuannya simple, setiap keluarga membutuhkan family time.

Pernyataan 4: Saya mengajarkan keterampilan kepada anak saya

Siapa yang mengajari kita mengendarai sepeda atau bermain bola basket? Bagaimana dengan menerbangkan layangan, mengganti ban, menendang bola? Buat daftar keterampilan yang kita pelajari saat masih kecil dan putuskan mana yang akan diberikan kepada sang buah hati. Ajari berbagai keterampilan dari waktu ke waktu sesuai dengan usia mereka. Jangan lupa untuk tetap bersabar juga.

Pernyataan 5: Saya mengambil peran aktif dalam pendidikan anak

Jika kita tahu siapa guru, pelatih, atau mungkin administrator yang memiliki dampak terbesar pada pendidikan anak, temui mereka. Dengan bertemu mereka, maka akan memberikan kesan baik. Selain itu, kita juga lebih bisa memahami bagaimana perilaku si kecil ketika tidak berada di bawah pengawasan orang tua langsung.

Pernyataan 6: Saya terlibat dalam kehidupan anak saya

Bisakah kita menyebutkan tiga teman terdekat si kecil? Di mana kita akan mulai mencari jika dia tiba-tiba tidak ada di rumah? Apa es krim favoritnya? Pekerjaan apa yang anak kita impikan saat ia tumbuh dewasa kelak? Kita perlu terus memperbarui profil mereka agar anak-anak berpikir bahwa Ayahnya benar-benar mengenal dirinya.

Pernyataan 7: Saya sering bersenang-senang bersama anak saya

Saat anak-anak masih sangat kecil, kita biasanya mencari tahu apa yang membuat mereka tertawa. Sebuah lelucon, misalnya, yang bisa membuat mereka tertawa terbahak-bahak. Lakukan segalanya sesuai kemampuan kita untuk menjaga tawa dan perasaan senang  dalam hubungan Ayah dengan anak. Perhatikan kegiatan yang kita dan si kecil sukai, nikmati sesering mungkin. Jika kita belum tahu kegiatan seperti apa yang disukai bersama-sama, bereksperimenlah. Paling tidak, cari tahu apa yang anak-anak suka lakukan dan bergabunglah dengan mereka dalam kesenangan.

Share experience (stories) Parenting moms and dads ke parentlyid@gmail.com untuk kita share dan menginspirasi parents lainnya. Follow juga Instagram @ParentlyID dan tag #ParentlyID

 

Parently @http://twitter.com/parentlyid

Empowering moms & dads to raise great, happy and healthy kids.

View Comments

Comments are closed.

Recent Posts

Kehadiran Orang Tua, Hadiah Terbaik Musim Liburan

Salah satu manfaat musim liburan adalah kita mendapatkan kesempatan untuk terhubung kembali dengan keluarga.

50 years ago

Manfaat Vitamin D Untuk Mencegah Flu

Para peneliti mengamati 11.000 orang di 14 negara berbeda, dan menemukan bahwa meningkatkan vitamin D bisa mengurangi risiko terkena pilek…

50 years ago

Seto Ery Pradhana: Pengalaman Nyata Menjadi The Real Father

Quality itu over quantity. Tapi dalam hal parenting, makin banyak kuantitasnya makin bagus kualitasnya.

50 years ago

Sindrom Angelman, Sindrom Genetik Langka Yang Membuat Anak Terlihat Bahagia

Sikap ini bisa sangat berbeda dengan banyak anak lain dengan NDD, yang mungkin tampak menarik diri atau menyendiri.

50 years ago

Anak Mendengkur, Indikasi Gangguan Tidur

Banyak orang tua tidak menyadari bagaimana dengkuran bisa dikaitkan dengan masalah neurokognitif, kardiovaskular, pertumbuhan, dan perilaku nantinya.

50 years ago

Tips Memilih Kelas Bela Diri Untuk Anak

Stacey McDowall, seorang ibu dari anak yang hiperaktif mengatakan bahwa setelah mendaftarkan anaknya (Weston) kursus bela diri, si kecil menjadi…

50 years ago