Categories: HealthPlay

Gaming Disorder Resmi Diakui oleh WHO

WHO (World Health Organization) telah mengatakan akan memasukkan “gaming disorder” dalam update International Classification of Diseases (ICD). Pada bulan Juni, gaming disorder pun resmi diakui WHO sebagai gangguan mental. Gaming disorder sendiri dalam ICD didefinisikan sebagai pola perilaku yang ditandai dengan gangguan dalam mengontrol keinginan bermain, meningkatkan prioritas bermain game daripada kegiatan atau kepentingan lain dan aktivitas sehari-hari, dan perilaku ini berkelanjutan atau menunjukkan peningkatan meskipun terjadi dampak negatif. Diagnosisnya adalah penurunan yang signifikan dalam fungsi personal, keluarga, sosial, pendidikan, pekerjaan atau area penting lainnya dan biasanya terlihat jelas selama setidaknya 12 bulan.

Sebuah studi dari CAMH yang dirilis tahun 2016 memperkirakan 13% dari siswa Ontario atau hampir 123.000 anak-anak telah mengalami gejala video gaming problem. Terjadi kenaikan 4% dari tahun 2007 dimana pada saat itu persentasenya sebesar 9%. Sekitar satu dari lima anak laki-laki melaporkan memiliki “problematic symptoms” yang berhubungan dengan game yang mereka mainkan.

WHO telah mempelajari masalah ini sejak 2014, sementara American Psychiatric Association telah menandai “internet gaming disorder” untuk studi lebih lanjut dan dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) sejak 2013.

Sudah ada beberapa kejadian di mana individu benar-benar melakukan bunuh diri karena mereka tidak bisa mengakses komputer mereka untuk bermain game. Cameron Adair, mantan pecandu game, memanfaatkan proses kesembuhannya menjadi sebuah bisnis dengan menawarkan e-book dan pelatihan one-on-one dengan resource yang gratis.

Related Article: 4 Tanda Anak Kecanduan Game

Adair bercerita bahwa ia menerima email dari orang tua setiap hari yang mengatakan bahwa mereka telah menyita Xbox anaknya dan sekarang buah hati mereka mengancam untuk melakukan bunuh diri. Kita harus peka bahwa ada orang-orang di luar sana yang berjuang, karena mereWHOka gagal lulus dari perguruan tinggi, bahkan kehilangan hubungan dengan keluarga mereka akibat kecanduan game.

Layak dipertimbangkan juga bahwa dalam banyak kasus, kecanduan video game mungkin adalah gejala dari dasar masalah yang lainnya. Bagi kebanyakan orang, di mana ada kecanduan, berarti ada sesuatu yang mereka coba untuk tenangkan. Baik itu masalah klinis seperti depresi atau masalah lain seperti konflik hubungan atau rendahnya harga diri. Yang pasti hampir selalu ada masalah yang mendasari munculnya kecanduan itu.

More Information:
Q&A: WHO Gaming Disorder (January 2018)
Newsweek: WHO ThinksVideo Games Are Causing a Mental Health Disorder

Parently @http://twitter.com/parentlyid

Empowering moms & dads to raise great, happy and healthy kids.

Comments are closed.

Recent Posts

Kehadiran Orang Tua, Hadiah Terbaik Musim Liburan

Salah satu manfaat musim liburan adalah kita mendapatkan kesempatan untuk terhubung kembali dengan keluarga.

50 years ago

Manfaat Vitamin D Untuk Mencegah Flu

Para peneliti mengamati 11.000 orang di 14 negara berbeda, dan menemukan bahwa meningkatkan vitamin D bisa mengurangi risiko terkena pilek…

50 years ago

Seto Ery Pradhana: Pengalaman Nyata Menjadi The Real Father

Quality itu over quantity. Tapi dalam hal parenting, makin banyak kuantitasnya makin bagus kualitasnya.

50 years ago

Sindrom Angelman, Sindrom Genetik Langka Yang Membuat Anak Terlihat Bahagia

Sikap ini bisa sangat berbeda dengan banyak anak lain dengan NDD, yang mungkin tampak menarik diri atau menyendiri.

50 years ago

Anak Mendengkur, Indikasi Gangguan Tidur

Banyak orang tua tidak menyadari bagaimana dengkuran bisa dikaitkan dengan masalah neurokognitif, kardiovaskular, pertumbuhan, dan perilaku nantinya.

50 years ago

Tips Memilih Kelas Bela Diri Untuk Anak

Stacey McDowall, seorang ibu dari anak yang hiperaktif mengatakan bahwa setelah mendaftarkan anaknya (Weston) kursus bela diri, si kecil menjadi…

50 years ago