Categories: ParentingPlay

Kehadiran Orang Tua, Hadiah Terbaik Musim Liburan

Penting bagi kita untuk mengingat bahwa musim liburan telah tiba. Masa-masa ujian akhir semester untuk buah hati kita di sekolah sudah usai. Ditambah lagi adanya deretan liburan Natal dan Tahun Baru yang akan tiba. Tak heran jika banyak orang tua yang menggunakan moment ini untuk memberikan hadiah kepada anak-anaknya. Kebetulan sekali pembagian raport anak juga sudah dilakukan. Kita pun terpikir untuk memberikan hadiah karena pencapaiannya.

Tapi, ada hal yang perlu dipertimbangkan sebelum kita memberikan hadiah kepada si kecil. Ingat, orang, termasuk anak-anak, mengingat dan menghargai pengalaman lebih dari sekadar barang-barang material. Pikirkan kembali masa kecil kita sendiri, apa kenangan yang tak terlupakan bagi kita? Sebagian besar jawabannya yaitu sesuatu yang dilakukan orang tua bersama kita daripada sesuatu yang mereka beli untuk kita. Tidak hanya kita, anak-anak pun juga akan merasakan begitu.

“Aku dulu pernah pergi ke Bali dengan orang tua ku”,
“Inget banget waktu ke pemancingan, pancingnya Ayah nyemplung!”.

Mungkin, kalimat-kalimat itu yang akan mewarnai kehidupan buah hati kita setelah liburan usai. Tak disangkal, dulu kita pun juga begitu. Ya, moment lah yang lebih melekat dan berkesan, bukan benda yang diberikan. Jadi, pertimbangkan lah untuk menginvestasikan waktu kita dalam berkegiatan dengan anak-anak, daripada membelanjakan uang untuk memberikan hadiah. Mereka cenderung menghargai kenangan ini lebih dari hadiah yang bisa kita beli.

Akan tetapi, bukan berarti memberikan hadiah itu dilarang. Jika berencana untuk memberikan hadiah, maka pertimbangkanlah satu hadiah yang bersifat eksperimental. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Chan dan Mogilner (2017) menemukan bahwa ikatan sosial antara pemberi hadiah dan penerima meningkat ketika hadiah itu bersifat eksperimental dibandingkan material. Temuan ini mendukung banyak penelitian lain, yang telah menemukan bahwa pengalaman membuat kita lebih bahagia.

Membawa anak jalan-jalan, ke kampung halaman kita misalnya, adalah salah satu cara agar kita bisa memberi mereka sesuatu yang bersifat eksperiensial. Anak-anak yang belajar memahami budaya lain, orang yang berbeda, dan pemikiran yang lebih beragam cenderung akan berpikiran terbuka, toleran, mudah beradaptasi, dan bisa menjadi pemecah masalah yang kreatif (Abe, 2018). Semua itu adalah hal yang berharga di kehidupan kita saat ini.

Musim liburan juga merupakan waktu yang tepat untuk menjelajahi wilayah yang belum pernah dikunjungi atau bahkan jarang terekspos publik. Kita bisa menyaksikan atraksi kesenian lokal bersama anak kita. Ajak setiap anak untuk melakukan kegiatan yang menurut kita akan mereka sukai. Misalnya, anak-anak yang artistik mungkin menyukai museum, yang berjiwa petualang bisa diajak ke taman bermain, yang suka renang bisa kita ajak ke pantai, dan masih banyak lagi tempat menarik lainnya.

via GIPHY

Cobalah untuk meninggalkan kamera di rumah, atau gunakanlah dengan seminimal mungkin. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang lebih mungkin mengingat liburan ketika mereka benar-benar menikmati pengalaman tersebut daripada mendokumentasikannya dari balik lensa (Soares & Storm, 2018).

Salah satu manfaat musim liburan adalah kita mendapatkan kesempatan untuk terhubung kembali dengan keluarga. Untuk melakukan ini, cukup singkirkan hal-hal yang bisa mengganggu dan benar-benar terlibat satu sama lain. Beberapa keluarga menerapkan waktu ‘bebas teknologi’, yang berarti bahwa ponsel, tablet, dan gadget lainnya disimpan untuk jangka waktu yang  telah ditentukan (misalnya, Jumat sore). Keluarga lain lebih memilih zona bebas teknologi, yang berarti bahwa hal yang bisa menimbulkan distraksi dilarang di tempat-tempat tertentu seperti di meja makan.

Menyingkirkan distraksi juga sekaligus membantu menunjukkan kepada anak-anak dan pasangan bahwa mereka penting bagi kita. Kita pun jadi bisa memberikan perhatian penuh dan benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan. Berbicara adalah cara yang bagus untuk belajar lebih banyak tentang orang yang kita cintai. Kita semua tahu ini, tetapi tidak selalu mudah untuk dilakukan. Musim liburan yang tenang adalah kesempatan sempurna bagi kita untuk mengejar ketinggalan ini.

Penting untuk diperhatikan bahwa membeli hadiah tidak buruk atau salah. Sebaliknya, anak-anak akan menikmati dan menghargai hadiah dari daftar barang yang mereka inginkan sendiri. Ingatlah untuk menggunakannya bersama mereka, sambil menciptakan peluang untuk lebih terhubung. Lagi pula, kehadiran kita adalah hadiah terbaik untuk mereka di musim liburan ini.

parently

Empowering moms & dads to raise great, happy and healthy kids.

Comments are closed.

Recent Posts

Manfaat Vitamin D Untuk Mencegah Flu

Para peneliti mengamati 11.000 orang di 14 negara berbeda, dan menemukan bahwa meningkatkan vitamin D bisa mengurangi risiko terkena pilek…

50 years ago

Seto Ery Pradhana: Pengalaman Nyata Menjadi The Real Father

Quality itu over quantity. Tapi dalam hal parenting, makin banyak kuantitasnya makin bagus kualitasnya.

50 years ago

Sindrom Angelman, Sindrom Genetik Langka Yang Membuat Anak Terlihat Bahagia

Sikap ini bisa sangat berbeda dengan banyak anak lain dengan NDD, yang mungkin tampak menarik diri atau menyendiri.

50 years ago

Anak Mendengkur, Indikasi Gangguan Tidur

Banyak orang tua tidak menyadari bagaimana dengkuran bisa dikaitkan dengan masalah neurokognitif, kardiovaskular, pertumbuhan, dan perilaku nantinya.

50 years ago

Tips Memilih Kelas Bela Diri Untuk Anak

Stacey McDowall, seorang ibu dari anak yang hiperaktif mengatakan bahwa setelah mendaftarkan anaknya (Weston) kursus bela diri, si kecil menjadi…

50 years ago

Manfaat Sup Untuk Kesehatan Balita

Sayur atau makanan lain yang tidak disukai bayi bisa dipotong keci-kecil atau dicampurkan ke dalam sup.

50 years ago