Categories: Health

Membuat Anak Tidak Merasakan Sakit Saat Penyuntikan

Membuat jarum terasa tidak terlalu sakit dapat mencegah anak-anak dari rasa takut saat harus disuntik vaksin. Penelitian yang dilakukan oleh Pillai Riddell, dan peneliti lainnya di York University dan diterbitkan dalam jurnal berjudul “Pain” menyatakan bahwa orang tua berperan dalam membentuk respon rasa sakit pada anak-anak. Berdasarkan penelitian tersebut, ditemukan 8 cara untuk meminimalkan rasa sakit pada anak-anak saat melakukan penyuntikan.

Cek apakah kita sedang merasa stres atau tidak

Pillai Riddell merekomendasikan para orang tua untuk memulai dengan menilai perasaan mereka sendiri, karena penelitian menunjukkan bahwa ketika orang tua merasa stres, anak-anak pun menjadi tidak dapat mengatasi rasa sakit yang dirasakan. Jika kita gelisah, tariklah nafas dalam-dalam dan keluarkan perlahan untuk menenangkan diri sebelum kita mentransfer sebagian kecemasan itu kepada anak.

Bimbing juga anak untuk menarik napas dalam-dalam

Dalam studi tersebut, anak-anak yang dilatih orang tuanya untuk  mengambil napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya perlahan mengalami lebih sedikit rasa sakit. Mulailah melakukan hal ini sebelum penyuntikan dimulai terutama jika kita melihat tanda-tanda ketakutan pada anak. Dorong keterampilan ini baik sebelum dan selama jarum tersuntikkan. Anak yang tidak merasa tertekan sebelum penyuntikkan nantinya hanya akan sedikit merasa sakit saat penyuntikkan dilakukan.

Beri tahu anak-anak bahwa mereka akan melewatinya

Pillai mengatakan bahwa anak-anak dapat mengendalikan rasa sakit mereka ketika mereka memiliki keterampilan untuk mengatasinya. Dalam penelitian yang dilakukan Riddel, ia mendapati anak-anak yang mengatakan pada dirinya sendiri, “Aku tahu ini akan menyakitkan, tetapi aku akan melaluinya.” Para jagoan kecil mendapatkan kalimat itu dari yang orang tua mereka ucapkan. Namun, ketika mereka yang mengatakannya, itu berhasil mengurangi rasa sakit yang mereka rasakan.

Tetapi jangan terlalu meyakinkan

Jika kita mengulang “tidak apa-apa, itu akan baik-baik saja” berulang kali, kita benar-benar akan membuat anak merasa lebih cemas. Pillai mengatakan ketika segala sesuatunya baik, jangan mengingatkan anak-anak bahwa semuanya akan menjadi baik. Juga, hindari mengatakan hal-hal seperti “Maafkan Ibu/Ayah ya kamu jadi begini”. Kalimat seperti itu menunjukkan bahwa ada alasan dibalik rasa tertekan si kecil.

Sentuh atau peluk anak kita

Pillai menyarankan adanya “pelukan yang menenangkan”. Cara itu dianggap bagus untuk membantu seorang anak mengatasi rasa sakit saat penyuntikkan. Jika anak sudah mulai besar, kita mungkin bisa memangkunya saat penyuntikan atau memeluk mereka saat mereka duduk di meja pemeriksaan. Namun, kata kunci bagi para orang tua saat melakukan ini adalah “tenang” karena ketika kita memeluk erat anak, mereka dapat mendengar detak jantung kita atau tanda-tanda stres lainnya. Dan jika si kecil bukan tipe anak yang mudah dipeluk, Pillai menyarankan untuk memegang tangan mereka.

Alihkan perhatian mereka

Buka smartphone dan mainkan lagu favorit anak, atau bicaralah dengan mereka tentang rencana yang akan dilakukan pada hari itu. Mengatakan bahwa sesuatu yang positif akan terjadi kemudian mengingatkan mereka bahwa ini juga akan berlalu.

Bercanda dengan anak

Lelucon yang bagus atau cerita lucu adalah cara lain yang efektif untuk mengalihkan perhatian dan dapat membantu mengeluarkan seorang anak dari momen yang menegangkan itu. Otak hanya bisa memproses banyak hal sekaligus, jadi semakin kita membuat anak memikirkan sesuatu di luar rasa sakit, itu semakin baik.

Jangan mengkritik

Mengatakan hal-hal seperti “Gadis yang kuat gak menangis” atau “Begitu aja gak akan sakit kok”, selain tidak efektif juga membuat anak-anak merasa lebih buruk. Kebanyakan orang tua mengatakan hal-hal ini untuk mencoba mengingatkan anak mereka bahwa mereka dapat mengatasi dengan baik, tetapi pesan itu menjadi bumerang dan itu menyebabkan lebih banyak kesusahan.

Parently @http://twitter.com/parentlyid

Empowering moms & dads to raise great, happy and healthy kids.

Comments are closed.

Recent Posts

Kehadiran Orang Tua, Hadiah Terbaik Musim Liburan

Salah satu manfaat musim liburan adalah kita mendapatkan kesempatan untuk terhubung kembali dengan keluarga.

50 years ago

Manfaat Vitamin D Untuk Mencegah Flu

Para peneliti mengamati 11.000 orang di 14 negara berbeda, dan menemukan bahwa meningkatkan vitamin D bisa mengurangi risiko terkena pilek…

50 years ago

Seto Ery Pradhana: Pengalaman Nyata Menjadi The Real Father

Quality itu over quantity. Tapi dalam hal parenting, makin banyak kuantitasnya makin bagus kualitasnya.

50 years ago

Sindrom Angelman, Sindrom Genetik Langka Yang Membuat Anak Terlihat Bahagia

Sikap ini bisa sangat berbeda dengan banyak anak lain dengan NDD, yang mungkin tampak menarik diri atau menyendiri.

50 years ago

Anak Mendengkur, Indikasi Gangguan Tidur

Banyak orang tua tidak menyadari bagaimana dengkuran bisa dikaitkan dengan masalah neurokognitif, kardiovaskular, pertumbuhan, dan perilaku nantinya.

50 years ago

Tips Memilih Kelas Bela Diri Untuk Anak

Stacey McDowall, seorang ibu dari anak yang hiperaktif mengatakan bahwa setelah mendaftarkan anaknya (Weston) kursus bela diri, si kecil menjadi…

50 years ago