Categories: Parenting

Pentingnya Keterlibatan Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak

Ayah memiliki peran penting yang sama seperti Ibu dalam mewujudkan perkembangan anak yang sehat. Dilansir dari Psychology Today, dijelaskan bahwa Fatherhood menjadi sebuah fenomena yang kompleks dan unik dengan konsekuensi besar bagi pertumbuhan emosi dan intelektual anak-anak.

Erik Erikson, pelopor dalam dunia psikologi anak, menegaskan bahwa cinta seorang ayah dan ibu berbeda kualitasnya. Love more dangerously, seperti itulah cinta dari para ayah kepada anaknya. Karena cinta mereka lebih dipenuhi dengan harapan daripada cinta seorang ibu. Tidak dapat dielakkan kalau seorang ayah memberikan kontribusi unik dalam mengasuh anak. Berikut adalah beberapa peran ayah yang menunjukkan bahwa keterlibatan ayah memberikan dampak positif pada kehidupan para buah hatinya.

Ayah Mengasuh dengan Cara yang Berbeda

Dr. Kyle Pruett, seorang fathering expert, menjelaskan bahwa ayah memiliki gaya komunikasi dan interaksi yang berbeda kepada anak-anak. Pada usia delapan minggu, bayi bisa mengetahui perbedaan antara interaksi ibu dan ayah.

Perbedaan ini, dengan sendirinya, memberi anak-anak pengalaman berinteraksi yang lebih luas dan kaya. Tanpa disadari, anak-anak belajar bahwa pria dan wanita itu berbeda dan memiliki cara yang tersendiri dalam menghadapi kehidupan. Pemahaman ini sangat penting untuk perkembangan mereka.

Ayah Bermain dengan Cara yang Berbeda

Ayah lebih suka menggelitik, bergulat, dan berani melempar anak-anak mereka ke udara (sementara para ibu berkata “Jangan terlalu tinggi, Yah!”). Ayah mengejar anak-anak mereka, kadang-kadang berlagak seperti monster yang lucu sekaligus menakutkan.

John Snarey, yang juga merupakan fathering expert, menjelaskan bahwa anak-anak yang bergulat dengan ayah mereka belajar bahwa menggigit, menendang dan bentuk-bentuk kekerasan fisik lainnya tidak dapat diterima. Mereka belajar mengendalikan diri dengan diberi tahu ketika permainan sudah ‘cukup’ dan kapan harus tenang. Selain itu, baik anak perempuan maupun laki-laki sama-sama belajar keseimbangan yang sehat antara sifat takut-takut dan agresi.

Ayah Membangun Kepercayaan Diri Sang Buah Hati

Cobalah perhatikan orang tua di taman (atau tempat rekreasi lainnya) saat mereka bermain dengan anak-anaknya. Siapa yang mendorong anak-anak untuk berayun atau mendaki sedikit lebih tinggi, mengendarai sepeda mereka sedikit lebih cepat, melempar sedikit lebih keras? Siapa yang mengingatkan anak-anak untuk berhati-hati? Ibu melindungi dan para ayah mendorong anak-anak untuk mencapai batas.

Salah satu dari gaya pengasuhan ini sendiri bisa menjadi tidak sehat. Yang satu cenderung mendorong untuk mengambil risiko tanpa mempertimbangkan konsekuensi. Sedangkan yang lainnya cenderung menghindari risiko, yang bisa berakibat pada kegagalan membangun kemandirian dan kepercayaan diri. Tapi, jika dilakukan bersama-sama, maka bisa membantu anak-anak tetap aman sambil memperluas pengalaman dan meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Para Ayah Berkomunikasi dengan Cara Berbeda

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika berbicara kepada anak-anak, ibu dan ayah memiliki gaya yang berbeda. Ibu akan menyederhanakan kata-kata mereka sesuai usia anak, sedangkan Ayah tidak. Gaya komunikasi dari Ibu cenderung mempermudah komunikasi langsung, maka gaya komunikasi para Ayah menciptakan tantangan tersendiri untuk si kecil dalam memperluas kosakata dan keterampilan berbahasanya. Cara komunikasi Ayah ini penting untuk kesuksesan akademis sang buah hati nantinya.

Cara Ayah dalam Mendisiplinkan Anak Berbeda

Psikolog pendidikan, Carol Gilligan menjelaskan bahwa ayah menekankan pada keadilan dan kewajiban (berdasarkan peraturan), sementara para ibu menekankan simpati, perhatian, dan bantuan (berdasarkan hubungan). Para ayah cenderung mengamati dan menegakkan aturan secara sistematis dan tegas, mengajarkan anak-anak akibat dari perbuatan yang benar dan salah. Sedangkan, Ibu cenderung mengajari anak bagaimana bersyukur, bersimpati, dan optimis. Sekali lagi, salah satu dari pendekatan disipliner ini sendiri tidak baik, tetapi jika dilakukan bersama-sama, maka bisa menciptakan keseimbangan yang tepat.

Related Article: Bagaimana Cara Ayah Berinteraksi dengan Anak

Ayah Mempersiapkan Anak-anak dalam Menghadapi Dunia Nyata

Ayah yang aktif terlibat dalam pengasuhan, membantu si kecil melihat bahwa sikap dan perilaku memiliki konsekuensi. Misalnya, dibandingkan dengan ibu, para ayah cenderung lebih sering memberi tahu anak-anak mereka bahwa kalau mereka tidak baik kepada orang lain, maka orang itu tidak akan mau bermain bersama. Atau, jika mereka tidak berhasil di sekolah, mereka tidak bisa masuk ke perguruan tinggi yang baik atau mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Para ayah membantu anak-anak mempersiapkan diri dalam menghadapi realitas dan kerasnya dunia.

Para Ayah Memberikan Pandangan ke Anak tentang Dunia Pria

Pria dan wanita berbeda. Mereka makan dengan cara yang berbeda. Cara berpakaiannya juga berbeda. Mereka menghadapi kehidupan yang berbeda. Anak laki-laki dan perempuan yang tumbuh seiring dengan keterlibatan Ayah akan lebih merasa aman dan akrab dengan dunia pria.

Anak perempuan lebih cenderung memiliki hubungan yang lebih sehat dengan lawan jenis karena mereka belajar dari ayah bagaimana pria yang baik bertindak terhadap wanita. Mereka tahu perilaku mana yang tidak pantas.

Mereka juga memiliki keakraban yang sehat dengan dunia pria. Mereka tidak bertanya-tanya bagaimana rasanya dipeluk oleh lengan yang kuat atau bagaimana rasanya meraba wajah pria. Pengetahuan ini membangun keamanan emosional dari eksploitasi laki-laki.

Anak laki-laki yang tumbuh bersama dengan ayah cenderung tidak melakukan kekerasan. Para jagoan cilik juga belajar dari ayah mereka bagaimana menyalurkan kejantanan dan kekuatan mereka dengan cara yang positif. Seperti yang dikatakan sosiolog, David Popenoe, “Ayah jauh lebih dari sekadar ‘orang dewasa kedua’ di rumah. Ayah yang terlibat dalam pengasuhan (terutama ayah biologis) membawa manfaat positif bagi anak-anak mereka.”

Parently @http://twitter.com/parentlyid

Empowering moms & dads to raise great, happy and healthy kids.

Comments are closed.

Recent Posts

Kehadiran Orang Tua, Hadiah Terbaik Musim Liburan

Salah satu manfaat musim liburan adalah kita mendapatkan kesempatan untuk terhubung kembali dengan keluarga.

50 years ago

Manfaat Vitamin D Untuk Mencegah Flu

Para peneliti mengamati 11.000 orang di 14 negara berbeda, dan menemukan bahwa meningkatkan vitamin D bisa mengurangi risiko terkena pilek…

50 years ago

Seto Ery Pradhana: Pengalaman Nyata Menjadi The Real Father

Quality itu over quantity. Tapi dalam hal parenting, makin banyak kuantitasnya makin bagus kualitasnya.

50 years ago

Sindrom Angelman, Sindrom Genetik Langka Yang Membuat Anak Terlihat Bahagia

Sikap ini bisa sangat berbeda dengan banyak anak lain dengan NDD, yang mungkin tampak menarik diri atau menyendiri.

50 years ago

Anak Mendengkur, Indikasi Gangguan Tidur

Banyak orang tua tidak menyadari bagaimana dengkuran bisa dikaitkan dengan masalah neurokognitif, kardiovaskular, pertumbuhan, dan perilaku nantinya.

50 years ago

Tips Memilih Kelas Bela Diri Untuk Anak

Stacey McDowall, seorang ibu dari anak yang hiperaktif mengatakan bahwa setelah mendaftarkan anaknya (Weston) kursus bela diri, si kecil menjadi…

50 years ago