Categories: Play

Permainan Untuk Meningkatkan Hubungan dan Kecerdasan Emosional

Anak-anak perlu bermain. Itu sudah bagian dari hidup mereka karena bermain adalah cara mereka mempelajari keterampilan yang mereka butuhkan kelak saat dewasa, mulai dari bagaimana mencari makan hingga bergaul dengan orang lain. Bermain juga menjadi cara si kecil memproses emosi mereka.

Sepanjang hari, atau bahkan setiap hari, anak-anak harus mengelola perasaan yang rumit seperti ketakutan (bagaimana jika ada sesuatu di bawah tempat tidur?), cemburu (mungkin dia merasa orang tuanya lebih mencintai saudaranya), penghinaan (guru memberikan teguran yang kurang enak di kelas, dan semua anak-anak tertawa), panik (bagaimana jika dia tidak sampai ke kamar mandi tepat waktu?), kemarahan (menuntut gilirannya), kekecewaan (tidak ada yang peduli dengan apa yang aku inginkan!), dan sebagainya.

Tantangan normal yang ditemukan setiap hari oleh seorang anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, menstimulasi semua jenis perasaan. Anak-anak melepaskan emosi ini melalui permainan. Tertawa, khususnya, mengubah zat kimia dalam tubuh dengan mengurangi hormon stres dan meningkatkan hormon pengikat.

Anak-anak lebih cenderung ke fisik daripada orang dewasa. Maksudnya bagaimana ya? Jadi, ketika mereka mendapatkan luka secara emosional, tubuh mereka perlu melepaskan semua energi itu. Itulah salah satu alasan mengapa mereka memiliki lebih banyak energi daripada kita, jadi terkadang mereka membuat kita lelah.

Tetapi, kita bisa menggunakan kondisi ini untuk keuntungan kita, karena saat bermain permainan fisik dengan anak-anak, mereka bisa terkikik, berkeringat dan menjerit, yang pada akhirnya mereka bisa melepaskan hormon stres terpendam. Bermain juga tentang bagaimana anak-anak belajar. Jadi, saat kita “mengajari” pelajaran emosional dengan bermain, anak akan benar-benar mengerti. Yang terbaik dari itu semua adalah, bermain membantu orang tua dan anak-anak merasa lebih dekat.

Berikut beberapa ide permainan emosional yang bisa kita lakukan

Ketika anak terasa menjengkelkan bagi kita

Peluklah si kecil dan berikan pelukan panjang (big hug), selama kita bisa. Jangan kendurkan pegangan kita sampai ia mulai menggeliat dan kemudian jangan langsung pergi. Peluklah dengan lebih keras dan katakan, “Mama suka meluk kamu! Mama gak mau lepasin.” Kemudian lepaskan dengan senyum lebar dan hangat, lalu katakan “Terima kasih!”

Versi yang lebih intensif, saat seorang anak memiliki saudara baru, atau kita terlalu banyak mendisiplinkan dirinya

Yakinkan dengan mendalam kepada buah hati bahwa kita mencintai dia dengan mengejarnya, memeluk, mencium, lalu membiarkan dia pergi dan mengulangi lagi dan lagi. Permainan ini dijamin dapat mengubah keraguan anak tentang apakah ia benar-benar dicintai atau tidak.

Versi lanjutan yang melibatkan kedua orang tua

Tentunya dengan bercanda, kedua orang tua saling berebut si kecil, berlomba-lomba untuk melihat siapa yang bisa merenggutnya dan memeluknya. “Ibu ingin dia!” “Tidak, Ayah menginginkannya!” “Tapi Ibu MEMBUTUHKAN dia banget!” Tidak, Ayah butuh dia! Ibu kan sudah SELALU bersama dia! ”

Membantu anak tertidur di malam hari

Ucapkan selamat malam pada setiap bagian tubuh anak dan menyentuh setiap bagian dengan lembut, dengan pijatan kecil.

“Selamat malam pundak … selamat malam lengan … selamat malam siku … selamat malam jari … “.
Lakukan dengan santai, jadi buah hati kita bisa merasakan rileks di setiap bagian dari tubuhnya saat kita “mengenalinya bagian tubuhnya”.

Selama anak kita bisa tertawa, permainan-permainan ini berfungsi untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan anak. Jangan kaget kalau anak ingin memainkan game ini berulang kali karena permainan-permainan ini bisa menghilangkan stres, membantu anak menguasai emosi, dan percaya atau tidak, permainan ini juga terasa menyenangkan.

Parently @http://twitter.com/parentlyid

Empowering moms & dads to raise great, happy and healthy kids.

Comments are closed.

Recent Posts

Kehadiran Orang Tua, Hadiah Terbaik Musim Liburan

Salah satu manfaat musim liburan adalah kita mendapatkan kesempatan untuk terhubung kembali dengan keluarga.

50 years ago

Manfaat Vitamin D Untuk Mencegah Flu

Para peneliti mengamati 11.000 orang di 14 negara berbeda, dan menemukan bahwa meningkatkan vitamin D bisa mengurangi risiko terkena pilek…

50 years ago

Seto Ery Pradhana: Pengalaman Nyata Menjadi The Real Father

Quality itu over quantity. Tapi dalam hal parenting, makin banyak kuantitasnya makin bagus kualitasnya.

50 years ago

Sindrom Angelman, Sindrom Genetik Langka Yang Membuat Anak Terlihat Bahagia

Sikap ini bisa sangat berbeda dengan banyak anak lain dengan NDD, yang mungkin tampak menarik diri atau menyendiri.

50 years ago

Anak Mendengkur, Indikasi Gangguan Tidur

Banyak orang tua tidak menyadari bagaimana dengkuran bisa dikaitkan dengan masalah neurokognitif, kardiovaskular, pertumbuhan, dan perilaku nantinya.

50 years ago

Tips Memilih Kelas Bela Diri Untuk Anak

Stacey McDowall, seorang ibu dari anak yang hiperaktif mengatakan bahwa setelah mendaftarkan anaknya (Weston) kursus bela diri, si kecil menjadi…

50 years ago