Categories: Play

Rasa Bahaya, Takutan, dan Gembira Juga Dibutuhkan Anak Saat Bermain

“Hati-hati!” “Jangan manjat tinggi-tinggi!” “Sudah, jangan main itu lagi!”

Orang tua yang khawatir sering terdengar mengingatkan anak-anaknya untuk terus menjaga keselamatannya selama bermain. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perilaku orang tua seperti itu terlalu protektif, sedangkan anak-anak membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk bermain di luar ruangan walaupun itu berisiko.

Permainan yang berisiko adalah permainan yang mendebarkan sekaligus menyenangkan dimana anak-anak menguji batas kemampuan mereka dan bermain-main dengan ketidakpastian. Mereka memanjat pohon, membangun benteng, menjelajahi lingkungan dengan teman-temannya atau bermain kejar-kejaran. Penelitian menunjukkan permainan semacam itu berhubungan erat dengan peningkatan aktivitas fisik, keterampilan sosial, keterampilan risk management, ketahanan dan kepercayaan diri pada anak.

Perlu diketahui bahwa bukanlah orang tua atau ahli yang bisa memutuskan permainan berisiko seperti apa yang sesuai untuk anak tertentu. Sebaliknya, anak-anak perlu diberikan ‘ruang’ tersendiri untuk mengetahui tingkat risiko yang sesuai untuk diri mereka, baik risiko secara mental maupun fisik.

Mariana Brussoni, peneliti di bidang injury prevention yang juga merupakan doktor dalam psikologi perkembangan, mengatakan bahwa mencegah anak-anak mengeksplorasi ketidakpastian bisa memiliki konsekuensi negatif yang tidak diinginkan untuk kesehatan dan perkembangan mereka, seperti peningkatan kecemasan, fobia, dan sedentary behavior (perilaku tidak aktif yang ditunjukkan dengan melakukan kegiatan yang tidak membutuhkan banyak energi).

Harapan dan ketakutan orang tua

Banyak orang tua yang sebenarnya menyadari pentingnya permainan berisiko tetapi khawatir akan kemungkinan cedera serius. Mereka juga khawatir seseorang akan melaporkannya kepada pihak berwenang karena membiarkan anak mereka melakukan permainan yang berbahaya. Kekhawatiran ini menyulitkan dan bahkan menyebabkan orang tua menjadi over-protective. Tapi, Brussoni melihat kecenderungan yang berlawanan. Orang tua yang terlalu mengkhawatirkan anaknya juga ingin tahu bagaimana mereka bisa membantu anak untuk mengambil lebih banyak risiko saat bermain. Ini merupakan suatu langkah penting untuk membimbing orang tua agar bisa lebih terbuka dalam memberikan kesempatan bermain anak.

Anak-anak pada dasarnya mampu

Permainan berisiko adalah bagian penting dari banyak outdoor school. Di sekolah alam di Inggris misalnya, anak-anak pra-sekolah dan TK bisa membangun sarang, memanjat pohon, dan menggunakan alat untuk membuat api. Tentunya aktivitas itu diikuti dengan pengawasan yang cermat.

Seorang kepala sekolah di Selandia Baru memutuskan untuk tidak membuat peraturan apa pun kepada muridnya. Murid diizinkan memanjat pohon, membangun benteng, mengendarai sepeda, dan aktivitas-aktivitas lainnya. Sekolah ini dijadikan bagian dari penelitian, dan ditemukan bahwa siswa yang diizinkan melakukan permainan berisiko ternyata lebih bahagia dan mengurangi bullying, daripada siswa di sekolah lain yang tidak mengubah pendekatan mereka.

Melihat anak-anak terlibat dalam permainan berisiko membantu kita menyadari bahwa mereka jauh lebih mampu daripada yang kita pikirkan. Ketika mereka diberi kesempatan, mereka menunjukkan kemampuan yang baik untuk mengelola risiko dan mencari tahu batas mereka sendiri. Kita hanya perlu membuka mata kita dan yang paling penting, memberikan mereka kesempatan untuk bereksperimen sendiri. Potensi untuk belajar pun menjadi sangat besar.

Apa yang harus dilakukan orang tua?

Menetapkan batas yang tidak perlu pada permainan anak atau mendorongnya terlalu jauh, keduanya bermasalah. Peran kita sebagai orang tua adalah memberi anak-anak kebebasan untuk mengeksplorasi dan bermain sesuai pilihan mereka sambil mendukung mereka dalam mengelola bahaya yang bisa menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan mereka.

Parently @http://twitter.com/parentlyid

Empowering moms & dads to raise great, happy and healthy kids.

Comments are closed.

Recent Posts

Kehadiran Orang Tua, Hadiah Terbaik Musim Liburan

Salah satu manfaat musim liburan adalah kita mendapatkan kesempatan untuk terhubung kembali dengan keluarga.

50 years ago

Manfaat Vitamin D Untuk Mencegah Flu

Para peneliti mengamati 11.000 orang di 14 negara berbeda, dan menemukan bahwa meningkatkan vitamin D bisa mengurangi risiko terkena pilek…

50 years ago

Seto Ery Pradhana: Pengalaman Nyata Menjadi The Real Father

Quality itu over quantity. Tapi dalam hal parenting, makin banyak kuantitasnya makin bagus kualitasnya.

50 years ago

Sindrom Angelman, Sindrom Genetik Langka Yang Membuat Anak Terlihat Bahagia

Sikap ini bisa sangat berbeda dengan banyak anak lain dengan NDD, yang mungkin tampak menarik diri atau menyendiri.

50 years ago

Anak Mendengkur, Indikasi Gangguan Tidur

Banyak orang tua tidak menyadari bagaimana dengkuran bisa dikaitkan dengan masalah neurokognitif, kardiovaskular, pertumbuhan, dan perilaku nantinya.

50 years ago

Tips Memilih Kelas Bela Diri Untuk Anak

Stacey McDowall, seorang ibu dari anak yang hiperaktif mengatakan bahwa setelah mendaftarkan anaknya (Weston) kursus bela diri, si kecil menjadi…

50 years ago