Categories: Play

Storytelling Sebagai Salah Satu Cara Bermain Dengan Anak

Scott G. Eberle, seorang editor American Journal of Play bercerita bahwa sekali waktu di akhir pekan, ia membacakan buku cerita untuk anaknya. Anaknya perempuan, belum genap berumur dua tahun. Buku yang dibacakan adalah dongeng tentang petani yang berusaha untuk melindungi kebunnya dari kumpulan kelinci yang kelaparan.

Dari pengalaman itu, Eberle belajar dua hal. Yang pertama dan paling jelas yaitu si pendengar cilik memahami kalimat dari cerita itu kata per kata di dalam pikiran dan hati mereka. Linguist Stephen Pinker mendeskripsikan anak-anak sebagai “lexical vacuum cleaners” karena cara mereka dalam mencerna kata-kata dengan kuat. Balita menambahkan kata baru ke kamus hidup mereka setiap dua jam. Tingkat pemahaman bahasanya sangat cepat sehingga pada saat anak-anak berusia enam tahun, mereka akan tahu sekitar tiga belas ribu kata, kata Pinker.

Dan hal kedua yang dipelajari Eberle adalah bahwa anak-anak belajar bahasa sebagian besar melalui permainan. Bakat untuk mendengarkan ritme dan menghargai sajak adalah sifat manusia yang sudah ada sejak lahir. Tetapi belajar bahasa itu sendiri, suatu prestasi unik dari kekuatan intelektual di antara semua makhluk sesama kita. Bagi kita manusia sebagian besar merupakan proses eksperimen yang menyenangkan.

Membacakan cerita termasuk ke dalam salah satu cara bermain dengan anak. Begitu juga dengan bercerita. Keduanya memberikan rasa ingin tahu sekaligus menjawab rasa penasaran mereka. Nah, jika kita kehabisan ide cerita pengantar tidur, kita bisa mengubah sebuah cerita lama dan menceritakannya kembali dengan plot yang dimodifikasi.

Biasanya, cerita yang berseri akan menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemudian si kecil pun jadi banyak bertanya. Bercerita memang adalah salah satu cara terbaik untuk berbicara dengan anak kecil. Anak-anak selalu ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya.

Tentunya, storytelling dengan atau tanpa buku ini mendukung perkembangan anak-anak. Manfaatnya bisa terasa untuk empat aspek ini.

Well-being

Anak-anak yang sering mendengarkan storytelling, mampu mengembangkan hubungan dengan orang dewasa dan anak-anak lain di luar lingkungan rumah mereka. Adanya cerita yang bermacam-macam juga membangun pengetahuan mereka tentang dunia sekitar. Selain itu, dengan mendengarkan cerita, si kecil akan belajar memahami perasaan mereka sendiri dan orang lain. Pastinya, storytelling memberikan rasa nyaman untuk buah hati.

Identitas Kepemilikan

Si kecil yang terbiasa mendengar storytelling juga akan mengembangkan rasa simpati ketika mendengarkan cerita orang lain. Mereka juga akan lebih dihargai oleh anak-anak lain saat berbagi informasi tentang diri mereka. Identitas di lingkungan juga berkembang karena mereka bisa berbagi pengalaman pribadi yang berhubungan dengan cerita yang berdampak pada mereka. Yang paling penting, dengan storytelling, si kecil akan mempelajari tentang perilaku mana yang sesuai, apa yang bisa diterima dan mana yang tidak.

Komunikasi

Storytelling bisa membentuk ikatan antara orang dewasa dan anak-anak lain melalui komunikasi non-verbal dan verbal, seperti melalui gerakan tubuh dan ekspresi wajah. Banyaknya cerita yang didengarkan juga meningkatkan kosakata mereka secara keseluruhan. Pastinya memperluas pengetahuan mereka tentang dunia sekitar terutama jika dibacakan dengan cara yang menyenangkan. Buah hati kita juga nantinya akan mampu membagikan pemikiran, perasaan, dan ide mereka dengan bercerita. Saat itu terjadi, dengarkanlah. Lama-kelamaan, mereka bisa mulai berpikir kreatif dan memiliki ide sendiri untuk bercerita.

Exploring and thinking

Anak yang sering mendengarkan cerita akan lebih mudah untuk mengumpulkan informasi dan menggunakannya untuk mengembangkan keterampilan sosial, kognitif, dan fisik mereka. Dari storytelling, si kecil juga belajar bagaimana mengekspresikan perasaan dan pikiran mereka. Mereka juga belajar mengenali huruf, kata, angka dan bahkan kalimat. Manfaat yang paling pentingnya adalah para pendengar cilik ini juga belajar untuk mengembangkan cara berpikir baru, melalui mendengarkan, memahami, mengingat, menganalisis, mempertanyakan dan menyelesaikan masalah.

Parently @http://twitter.com/parentlyid

Empowering moms & dads to raise great, happy and healthy kids.

View Comments

Comments are closed.

Recent Posts

Kehadiran Orang Tua, Hadiah Terbaik Musim Liburan

Salah satu manfaat musim liburan adalah kita mendapatkan kesempatan untuk terhubung kembali dengan keluarga.

50 years ago

Manfaat Vitamin D Untuk Mencegah Flu

Para peneliti mengamati 11.000 orang di 14 negara berbeda, dan menemukan bahwa meningkatkan vitamin D bisa mengurangi risiko terkena pilek…

50 years ago

Seto Ery Pradhana: Pengalaman Nyata Menjadi The Real Father

Quality itu over quantity. Tapi dalam hal parenting, makin banyak kuantitasnya makin bagus kualitasnya.

50 years ago

Sindrom Angelman, Sindrom Genetik Langka Yang Membuat Anak Terlihat Bahagia

Sikap ini bisa sangat berbeda dengan banyak anak lain dengan NDD, yang mungkin tampak menarik diri atau menyendiri.

50 years ago

Anak Mendengkur, Indikasi Gangguan Tidur

Banyak orang tua tidak menyadari bagaimana dengkuran bisa dikaitkan dengan masalah neurokognitif, kardiovaskular, pertumbuhan, dan perilaku nantinya.

50 years ago

Tips Memilih Kelas Bela Diri Untuk Anak

Stacey McDowall, seorang ibu dari anak yang hiperaktif mengatakan bahwa setelah mendaftarkan anaknya (Weston) kursus bela diri, si kecil menjadi…

50 years ago