Categories: Parenting

Tidak Hanya Ibu, Ayah juga Mengalami Depresi Pasca Kelahiran Anak

Dilansir dari Psychology Today, studi menunjukkan bahwa penting untuk mendeteksi depresi pascanatal pada ayah. Erika Cheng, PhD dan rekan-rekannya dari Indiana University School of Medicine (departemen Pediatrics) mengevaluasi jumlah depresi pasca kelahiran (depresi setelah kelahiran anak) pada ayah, lalu dibandingkan dengan persentase depresi pascanatal pada ibu, dan mempublikasikan hasil mereka di JAMA pada 23 Juli 2018.

Di antara para ayah yang menjawab kuesioner, 4,4% menunjukkan positif depresi. Pada penelitian yang sama, para ibu yang menunjukkan positif depresi sebabnyak 5%. Jumlah persentase yang dilakukan dalam penelitian Dr. Cheng ini lebih rendah dari yang dilaporkan CDC pada 2015-2016. CDC ketika itu mendapatkan sekitar 9,4% wanita dan 5,4% pria merasa depresi. Namun, hal yang bisa diambil dari penelitian Dr. Cheng adalah pria hampir sama tertekannya dengan wanita setelah kelahiran seorang anak. Sayangnya, Dr. Cheng menyebutkan bahwa 80% dari para dokter anak melaporkan tidak menerima pelatihan untuk mengelola depresi pasca kelahiran.

Related Article: Pentingnya Keterlibatan Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak

Michael Yogman dan rekannya meninjau beberapa artikel penelitian tentang depresi pasca melahirkan dan menemukan bahwa para ibu cenderung mulai mengalami depresi pada 3 bulan pertama setelah melahirkan, sedangkan ayah mulai depresi hingga satu tahun setelah kelahiran seorang anak. Yogman juga menyebutkan bahwa ekspresi depresi berbeda pada pria dan wanita. Pria cenderung untuk menghindari ekspresi emosional, menolak rasa sakit, beralih ke alkohol, mudah marah, defensif, kompulsif, dan antisosial.

Apa yang bisa menyebabkan depresi pada ayah?

Dr. Cheng menyebutkan bahwa ayah bisa stres karena lebih banyak gangguan tidur ketika bayi mereka menangis di malam hari dan tekanan keuangan yang cukup tinggi. Alasan lain terjadinya depresi pada ayah bisa juga karena kurang berhubungan seks dan kurang perhatian dari ibu (istri mereka). Pada saat pascanatal, ibu merasa bayi mereka perlu lebih banyak perhatian.

Siapa yang bisa mendiagnosis depresi yang terjadi pada ayah dan mengapa penting untuk melakukannya?

Banyak orang tua yang masih belum menyadari akan peran psikolog. Saat ayah merasa depresi pun, kecil kemungkinan kunjungan ke psikolog terjadi. Maka dari itu, dokter anak tidak hanya perlu memeriksa anak-anak, tetapi juga mendiagnosis ibu dan ayah yang terkena depresi pasca kelahiran. Ketika diagnosis awal menunjukkan ada tanda-tanda depresi, dokter anak bisa memberikan rujukan kepada mereka untuk menemui psikolog.

Penting untuk mendiagnosis depresi pada ayah. Ayah yang depresi cenderung lebih mudah memukul bayi mereka. Penelitian lain menunjukkan bahwa depresi pada ayah dikarenakan faktor tangisan bayi yang berlebihan. Depresi yang terjadi pada ayah ini dikhawatirkan bisa memengaruhi perilaku anak mereka nantinya karena kurangnya kepedulian dan komunikasi dari ayah.

Intinya, Studi yang telah dilakukan di atas menunjukkan betapa pentingnya mendiagnosis dan mengobati depresi pascakelahiran pada ayah sesegera mungkin, dan mendorong ayah untuk memiliki aktivitas fisik bersama dengan anak-anak mereka. Hal ini perlu untuk mencegah masalah perilaku masa kanak-kanak dan memulihkan keseimbangan emosional dalam keluarga.

Parently @http://twitter.com/parentlyid

Empowering moms & dads to raise great, happy and healthy kids.

Comments are closed.

Recent Posts

Kehadiran Orang Tua, Hadiah Terbaik Musim Liburan

Salah satu manfaat musim liburan adalah kita mendapatkan kesempatan untuk terhubung kembali dengan keluarga.

50 years ago

Manfaat Vitamin D Untuk Mencegah Flu

Para peneliti mengamati 11.000 orang di 14 negara berbeda, dan menemukan bahwa meningkatkan vitamin D bisa mengurangi risiko terkena pilek…

50 years ago

Seto Ery Pradhana: Pengalaman Nyata Menjadi The Real Father

Quality itu over quantity. Tapi dalam hal parenting, makin banyak kuantitasnya makin bagus kualitasnya.

50 years ago

Sindrom Angelman, Sindrom Genetik Langka Yang Membuat Anak Terlihat Bahagia

Sikap ini bisa sangat berbeda dengan banyak anak lain dengan NDD, yang mungkin tampak menarik diri atau menyendiri.

50 years ago

Anak Mendengkur, Indikasi Gangguan Tidur

Banyak orang tua tidak menyadari bagaimana dengkuran bisa dikaitkan dengan masalah neurokognitif, kardiovaskular, pertumbuhan, dan perilaku nantinya.

50 years ago

Tips Memilih Kelas Bela Diri Untuk Anak

Stacey McDowall, seorang ibu dari anak yang hiperaktif mengatakan bahwa setelah mendaftarkan anaknya (Weston) kursus bela diri, si kecil menjadi…

50 years ago