Categories: Play

Tips Memilih Kelas Bela Diri Untuk Anak

Stacey McDowall, seorang ibu dari anak yang hiperaktif mengatakan bahwa setelah mendaftarkan anaknya (Weston) kursus bela diri, si kecil menjadi mampu meningkatkan fokusnya. Hal itu menjadi sebuah prestasi besar bagi Weston dimana hyperaktif sendiri mengakibatkan anak menjadi sulit berkonsentrasi.

Peningkatan konsentrasi hanyalah salah satu hasil positif yang didapatkan dari mengikutsertakan anak dalam kelas seni bela diri. Bela diri adalah olahraga yang bagus, dan sanggar bela diri yang baik memberikan penekanan khusus pada rasa hormat, kebaikan, kejujuran, disiplin diri dan kepercayaan diri.

Tetapi dengan banyak jenis kursus bela diri yang tersedia, bagaimana kita memilih yang terbaik untuk anak? Parently punya beberapa tips memilih kelas bela diri yang tepat.

via GIPHY

Menemukan sanggar yang tepat

Setiap jenis seni bela diri memiliki asal, gaya dan teknik yang berbeda. Misalnya, karate memiliki fokus yang kuat dalam menyerang dengan pukulan, tendangan dengan kaki atau lutut; gaya bela diri dari Tae Kwon Do memiliki penekanan pada tendangan; sementara Jiu-jitsu dan Aikido lebih ke arah bergulat. Tapi, banyak juga sanggar modern yang memasukkan lebih dari satu seni bela diri ke dalam kelas mereka.

Antoinette Moulton, Ketua Himpunan Martial Arts di Toronto, mengatakan bahwa ada hal yang jauh lebih penting daripada melihat bentuk teknik dari suatu seni bela diri yaitu filosofi dan gaya mengajar di sanggar tersebut. Beliau menyarankan para orang tua untuk menanyakan tentang hal tersebut kepada sanggar yang akan dipilih daripada terlalu berfokus pada, katakanlah pengenalan karate versus judo itu sendiri.

Mengikuti Trial Class

Sebelum berkomitmen kepada salah satu sanggar, Moulton menyarankan untuk mengikutkan anak kita ke beberapa trial class. Tujuannya untuk memastikan mereka cocok dan senang berada di sanggar itu. Misalnya, kalau anak kita aktif dan memiliki banyak energi, ia mungkin tidak akan cocok dengan instruktur yang mengharapkan muridnya diam dan mendengarkan penjelasan panjang lebar terlebih dahulu sebelum praktik. Tapi, kalau anak kita cukup sensitif, kita mungkin akan menghindari sanggar yang agak konvensional di mana seorang instruktur mungkin akan berdiri sambil berteriak-teriak.

Moulton juga menyarankan mencari sanggar yang menawarkan kursus yang berbeda berdasarkan kelompok usia tertentu daripada menyatukan anak usia lima tahun dengan remaja. Tujuannya agar mereka bisa fokus pada pengembangan yang sesuai untuk kelompok usianya. Pastikan kita juga diizinkan untuk menonton si kecil saat dia berlatih.

Akankah seni bela diri membuat anak menjadi agresif?

Beberapa orang tua mungkin akan merasa khawatir pada awalnya, tapi perlu diingat bahwa seni bela diri lebih banyak mengajarkan tentang gerakan koreografi daripada tentang kekerasan. Instruktur yang baik pun bisa memasukkan pelajaran tentang bullying dan menjadikan anak lebih percaya diri. Komunitas sanggar yang positif juga bisa menjadi tempat yang menyenangkan bagi si kecil. Tidak hanya belajar menendang dan memukul, mereka juga bisa belajar tentang menghargai dan kontrol diri. Bahkan, anak yang memiliki kecenderungan agresif bisa mengalihkan agresinya dengan cara yang lebih baik. Jika kita khawatir tentang isu kekerasan yang masuk ke dalam diri anak, kita bisa tanyakan terlebih dahulu kepada instruktur sanggar tentang kekhawatiran itu sebelum mendaftar.

Ikut Terlibat

Mencari permainan sehat yang bisa mempererat ikatan dengan anak? Coba kelas “orangtua dan anak” jika tersedia. Banyak orang tua yang mengatakan bahwa cara ini menyenangkan untuk menghabiskan waktu dengan anak, daripada hanya duduk menunggu di sanggar selama satu jam.

Parently @http://twitter.com/parentlyid

Empowering moms & dads to raise great, happy and healthy kids.

Comments are closed.

Recent Posts

Kehadiran Orang Tua, Hadiah Terbaik Musim Liburan

Salah satu manfaat musim liburan adalah kita mendapatkan kesempatan untuk terhubung kembali dengan keluarga.

50 years ago

Manfaat Vitamin D Untuk Mencegah Flu

Para peneliti mengamati 11.000 orang di 14 negara berbeda, dan menemukan bahwa meningkatkan vitamin D bisa mengurangi risiko terkena pilek…

50 years ago

Seto Ery Pradhana: Pengalaman Nyata Menjadi The Real Father

Quality itu over quantity. Tapi dalam hal parenting, makin banyak kuantitasnya makin bagus kualitasnya.

50 years ago

Sindrom Angelman, Sindrom Genetik Langka Yang Membuat Anak Terlihat Bahagia

Sikap ini bisa sangat berbeda dengan banyak anak lain dengan NDD, yang mungkin tampak menarik diri atau menyendiri.

50 years ago

Anak Mendengkur, Indikasi Gangguan Tidur

Banyak orang tua tidak menyadari bagaimana dengkuran bisa dikaitkan dengan masalah neurokognitif, kardiovaskular, pertumbuhan, dan perilaku nantinya.

50 years ago

Manfaat Sup Untuk Kesehatan Balita

Sayur atau makanan lain yang tidak disukai bayi bisa dipotong keci-kecil atau dicampurkan ke dalam sup.

50 years ago